Victor Mailangkay Mengenang Perjuangan Sang Ayah dalam Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946
MANADO, NorthSulawesiNews.com – Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) jangan melupakan peristiwa heroik 14 Februari 1946 di Kota Manado. Karena selain momen Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Pertempuran Surabaya 10 November 1945, Indonesia masih memiliki banyak momen bersejarah yang memegang peran besar untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajah.
Peristiwa Merah Putih di Manado pada tahun 1946 menjadi salah satu momen bersejarah yang memegang peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Tanah Air tercinta Republik Indonesia.
Peristiwa itu tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh pejuang saja, tetapi juga menjadi bukti cinta masyarakat Sulawesi terhadap Tanah Air.
Saat itu, para pejuang Sulawesi Utara melakukan penyerbuan terhadap markas militer Belanda di Teling, Kota Manado. Salah satu pejuang dalam peristiwa Merah Putih itu adalah ayah dari Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Sulut terpilih periode 2025-2030. Victor Mailangkay pun mengenang perjuangan sang ayah, Frederik Mailangkay.
“Jadi, pada tanggal 14 Februari 1946 itu, berbagai himpunan masyarakat Sulut baik itu dari masyarakat pribumi, barisan pejuang, laskar rakyat, berusaha merebut kembali kekuasaan atas Manado, Tomohon, dan Minahasa, yang ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih di atas gedung tangsi militer Belanda,” tutur Victor Mailangkay beberapa waktu lalu.
Dalam aksi heroik tersebut, lanjut Mailangkay, ayahnya almarhum Frederik Mailangkay merupakan salah satu yang gigih dalam aksi penyerbuan itu.
“Almarhum ayah saya menjadi pelaku sejarah peristiwa Merah Putih di Manado, yang dipimpin oleh Charles Choesj Taulu dan Bernard Wilhelm Lapian, hingga berhasil merebut kekuasaan kala itu,” terang Mailangkay sembari mengenang sang ayah.
Dia berharap, dengan adanya peristiwa Merah Putih Tahun 1946 di Manado, maka rakyat Provinsi Sulut telah menjadi salah satu yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mari kita sama-sama memperingati dan mendukung penuh Kota Manado yang ada di Provinsi Sulut ini, sebagai Kota Pejuang,” pungkas Victor Mailangkay.
(*/Paul)



