OJK SulutGo Perkuat TPAKD untuk Perluas Akses Keuangan dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sulut-Gorontalo
Rakorwil TPAKD 2026 menyoroti penguatan literasi keuangan, penyaluran KUR, Program KEJAR, serta pengembangan komoditas unggulan daerah sebagai motor pertumbuhan ekonomi inklusif.
MANADO, NorthSulawesiNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) kembali memperkuat komitmen percepatan akses keuangan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 di NDC Resort Manado, Rabu (29/7/2026).
Kepala OJK SulutGo, Robert HP Sianipar, mengatakan Rakorwil menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, TPAKD merupakan forum koordinasi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan yang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan inklusi keuangan. Saat ini, TPAKD telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“TPAKD kini memiliki posisi yang semakin strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan serta potensi daerah. Program-program yang dijalankan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah,” ujar Robert.
Ia menjelaskan, OJK terus mendorong agar program kerja TPAKD selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Fokus program antara lain diarahkan pada peningkatan pembiayaan sektor pertanian, perikanan, UMKM, pariwisata, perluasan layanan keuangan hingga desa, pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), serta digitalisasi pembayaran daerah.
TPAKD Sulut dan Gorontalo Torehkan Prestasi Nasional
Robert mengungkapkan, capaian TPAKD di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo pada TPAKD Award 2025 menjadi bukti kuatnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
TPAKD Provinsi Sulawesi Utara berhasil menjadi nominasi TPAKD Terbaik Tingkat Provinsi se-Sulawesi, sementara TPAKD Kota Gorontalo masuk nominasi TPAKD Terbaik Tingkat Kota se-Sulawesi.
Ia berharap, pada TPAKD Award 2026 kedua daerah tidak hanya kembali masuk nominasi, tetapi mampu meraih predikat terbaik melalui berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
OJK juga memberikan apresiasi kepada para kepala daerah yang aktif memimpin pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPAKD selama Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen memperkuat akses keuangan di daerah.
Pengembangan Komoditas Unggulan dan Literasi Keuangan Terus Diperkuat
Sebagai tindak lanjut HLM TPAKD, berbagai program prioritas terus dijalankan. Salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang berfokus pada komoditas unggulan, seperti sapi potong di Kabupaten Gorontalo, nilam di Minahasa Selatan, kacang tanah di Kabupaten Minahasa, hingga sektor perikanan tangkap di Kota Bitung.
Selain itu, Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) terus digalakkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui edukasi langsung maupun platform digital.
Di Sulawesi Utara, hingga pertengahan 2026 tercatat telah dilaksanakan 115 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti 90.159 peserta dan menjangkau 12 dari 15 kabupaten/kota. Tiga wilayah kepulauan, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), masih menjadi tantangan akibat faktor geografis dan kondisi cuaca.
Sementara itu, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo telah berhasil dijangkau melalui program literasi keuangan.
Program KEJAR dan Penyaluran KUR Terus Meningkat
Pada aspek inklusi keuangan, TPAKD juga mengoptimalkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) untuk membangun budaya menabung sejak usia dini.
Hingga 2026, jumlah rekening Simpanan Pelajar (Simpel) di Sulawesi Utara mencapai 41.061 rekening dengan total tabungan sekitar Rp18,38 miliar, sedangkan di Gorontalo tercatat 15.230 rekening dengan nilai tabungan Rp14,41 miliar.
Sementara penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menunjukkan perkembangan positif. Di Sulawesi Utara, KUR telah disalurkan kepada 13.652 debitur dengan total pembiayaan Rp927,28 miliar, sedangkan di Gorontalo mencapai 7.021 debitur dengan nilai Rp369,36 miliar.
Menurut Robert, pembiayaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM, memperluas kesempatan kerja, dan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Tantangan Masih Dihadapi
Meski menunjukkan perkembangan positif, OJK mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi program TPAKD, di antaranya rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap produk keuangan formal, keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah, kebutuhan produk pembiayaan yang sesuai karakteristik daerah, hingga dukungan anggaran pemerintah daerah yang masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, Rakorwil TPAKD 2026 diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan efektivitas program, memperluas akses pembiayaan yang inklusif, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Selain menjadi forum koordinasi, Rakorwil juga menghadirkan berbagai materi strategis dari OJK dan Kementerian PPN/Bappenas mengenai arah kebijakan sektor keuangan nasional, indikator akses keuangan daerah, hingga pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan.
Rakorwil TPAKD SulutGo Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan mewakili Gubernur Sulawesi Utara, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara dan Gorontalo, Kepala Perwakilan BI Sulut Kepala Perwakilan BI Gorontalo, pimpinan perbankan, serta jajaran pemangku kepentingan lainnya.(Paul)



