KesehatanSulawesi Utara

BKKBN Sulut Gelar Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024

MINUT, NorthSulawesiNews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2024, di Hotel Sentra, Minahasa Utara, Rabu dan Kamis (15-16/05/2024).

Kegiatan ini dihadiri Deputi Pengendalian Penduduk (Dalduk) BKKBN Ir Bonivasius Prasetya Ichtiarto MEng mewakil Kepala BKKBN Dr dr Hasto Wardoyo SpOG(K), Asisten II Setdaprov Sulut Asripan Nani yang mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan, perwakilan Forkopimda Sulut, Pj Bupati Sitaro Joi Oroh, Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Pj Bupati Minahasa Tenggara Ronald Sorongan, Dinas PPKB dari 15 kabupaten/kota se-Sulut, instansi vertikal, serta mitra kerja BKKBN lainnya.

Kaper BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg saat sambutan. (Foto: Paul Bawole)

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Ir Diano Tino Tandaju MErg dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta Rakerda.

Dengan kehadiran bapak ibu memberikan makna luar biasa, bagi rapat kerja yang ada di Provinsi Sulawesi Utara dan terutama membantu setiap orang yang dalam masalah stunting.

“Sebagian besar anak stunting berasal dari keluarga prasejahtera, oleh karena itu dengan kehadiran bapak ibu, tentu adalah sebuah komitmen kita bergandengan tangan untuk menurunkan stunting di Sulut menjadi sesuai keinginan bapak presiden menuju 14 persen,” kata Tandaju.

Tandaju menambahkan, Rakerda ini bertujuan meningkatkan koordinasi sinergitas dan evaluasi penyelenggaraan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting secara efektif konvergen dan terintegrasi.

“Terutama yang terkait dengan tugas dan fungsi BKKBN yaitu untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk yang seimbang guna mendukung tercapainya Indonesia Maju, yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong,” ujar Tandaju.

Adapun tema Rakerda ini, Optimalisasi Bonus Demografi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Sulut Menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Kaper BKKBN Sulut Diano Tandaju juga mengungkapkan terjadinya kenaikan prevalensi stunting di Sulut. Jika di akhir 2022 prevalensi stunting di Sulut berada di angka 20.5 persen, di akhir tahun 2023 berada di angka 21,6 persen.

Foto bersama peserta Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2024. (Foto: Paul Bawole)

Sementara itu, Deputi Dalduk BKKBN Ir Bonivasius Prasetya Ichtiarto MEng membeberkan manfaat dari Rakerda yang digelar BKKBN Sulut ini.

“Tentunya Program Bangga Kencana terdiri dari tiga, ada Pembangunan Keluarganya, terkait kependudukan, bonus demografinya. Terkait Keluarga Berencana kita harus menjaga angka kelahiran. Karena ini juga menjadi bagian yang penting kita mengontrol kelahiran seperti itu,” kata Ichtiarto ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai pembukaan Rakerda.

“Harapannya tentunya juga selain itu ada masalah stunting yang menjadi ancaman kita, dan bagaimana kita bisa mencapai bonus demografi,” tambahnya.

Deputi Dalduk juga menambahkan Rakerda ini tujuan utamanya adalah bagaimana kita terus saling menguatkan, saling bersinergi. Mana yang dilakukan pemerintah pusat, mana yang dilakukan pemerintah provinsi. dan mana yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota.

“Karena kalau tidak seperti itu, kita tidak akan bisa mencapai target-target kita tetapkan. Selain itu, tidak hanya pemerintah saja, kita undang juga aparat dari TNI-Polri, karena mereka punya Babinsa-Bhabinkamtibmas yang bisa membantu pemerintah daerah di lapangan,” bebernya.

Kita minta juga bantuan dari akademisi, untuk bisa mengeluarkan ide-ide berupa kajian kajian, kerjasama dengan mahasiswa juga yang turun ke lapangan.

Semoga Rekerda ini untuk bisa semakin meningkatkan keberhasilan program Bangga Kencana sekaligus penurunan angka stunting yang memang ada sedikit kenaikan.

“Harapannya dengan kita kumpul bersama, kira mencari permasalahan bersama, apa yang bisa mempercepat penurunan angka stunting di Sulut,” pungkasnya.

Asripan Nani (kedua dari kiri) selaku Penjabat Wali Kota Kotamobagu menerima piagam penghargaan dari BKKBN yang diserahkan Deputi Dalduk BKKBN Ir Bonivasius Prasetya Ichtiarto MEng. (Foto: Hubmas BKKBN Sulut)

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setdaprov Asripan Nani menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam Rakerda ini.

“Untuk mendukung upaya cita-cita bangsa dan negara Indonesia Emas 2045, maka salah satu upaya adalah melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, dalam hal ini BKKBN tentunya yang memiliki sasaran prioritas pada level keluarnya,” kata gubernur pada sambutannya.

BKKBN memiliki peran yang sangat strategis terutama peran yang terkait dengan pertumbuhan penduduk seimbang, antara kualitas dan kuantitas.

Perwujudan keluarga berkualitas kontribusi pada bidang kesehatan, dalam hal keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, termasuk peran penting dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrim, Percepatan penurunan stunting dan pemanfaatan bonus demografi.

Peran-peran penting tersebut diharapkan memiliki daya ungkit yang kuat untuk menciptakan Indonesia Emas tahun 2045.

Selain itu, pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan stunting yang signifikan dari kondisi 24, 4 persen di tahun 2021, menjadi 14 persen di tahun 2024.

Melalui Rakerda ini, marilah kita semua bersinergi untuk mensukseskan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting. Dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan dan sektor swasta sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.

“Dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi saya yakin kira mampu mewujudkan keluarga keluarga yang sehat, keluarga cerdas dan sejahtera di Sulawesi Utara. Jika berbagai potensi yang dimiliki daerah mampu dipadukan dalam sinergitas,maka kita akan mampu untuk membawa daerah Sulawesi utara negara dan bangsa, menuju kemajuan,” kata gubernur.

Masih dalam sambutannya, gubernur mengajak semua stakeholder untuk bertekad dan bekerja demi masa depan Sulawesi Utara dan Indonesia.

“Mari kita manfaatkan bonus demografi, dengan optimal kita tingkatkan kualitas SDM kita, agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Bersama kita bisa mewujudkan masyarakat yang berkualitas demi Sulawesi Utara dan Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Kepada seluruh peserta, gubernur menyampaikan selamat mengikuti Rakerda ini, dengan penuh semangat dan dedikasi.

Foto bersama usai penandatanganan PKS antara BKKBN Sulut dengan RS Hermina, dan BKKBN Sulut dengan IPDN. (Foto: Paul Bawole)

Dalam Rakerda ini, dirangkaikan dengan penandatanganan PKS (perjanjian kerja sama) BKKBN Sulut dengan RS Hermina, dan BKKBN Sulut dengan IPDN.

BKKBN juga menyerahkan piagam penghargaan untuk sejumlah kepala daerah yang berprestasi.

  • Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi yang terbaik dalam Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK);
  • Kabupaten Minahasa Selatan dengan dengan 2 (dua) penghargaan, Kampung KB Berbasis Data Digital Terbaik, dan Rumah Data Kependudukan Kategori Digital Terbaik;
  • Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan Rumah Data Kependudukan Kategori Konvensional Terbaik;
  • Kota Kotamobagu menjadi Terbaik dikategori Sekolah Siaga Kependudukan;
  • Kabupaten Minahasa Tenggara mendapat penghargaan Apresiasi Bina Keluarga Balita Terintegrasi Posyandu.

(Paul)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami diĀ Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button