Optimalisasi Peran Bunda Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Sulut Optimis Capai Target 14 Persen
MANADO, NorthSulawesiNews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Peran Bunda Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting, di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Jumat (19/01/2024).
Dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw hadir mewakili Gubernur Olly Dondokambey. Turut hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo (melalui daring), Inspektur Wilayah I BKKBN Cinggih Widanarto, Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Diano Tino Tandaju, Bupati Bolsel Kamaru, Bupati Minut Joune Ganda, Penjabat Bupati Minahasa Jemmy Kumendong, Perwakilan Forkopimda Sulut, Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Pitra Ratulangi,

Mengawali sambutan, Wagub Steven Kandouw menyampaikan apresiasi dan salut kepada BKKBN Provinsi Sulut yang telah menggagas acara tersebut.
“Salut juga kepada TP-PKK Provinsi Sulut maupun di kabupaten/kota yang betul-betul selama ini sudah memperlihatkan kinerja, memperlihatkan output dan out come sebagai duta pendamping keluarga,” ujanya.
Dia mengingatkan pentingnya kerja sama dalam kerja kemanusiaan ini.
“Atas nama Bapak Gubernur saya ingatkan untuk kita terus berkolaborasi dengan baik, terus berkoordinasi dengan baik, saling memberi feedback antara kita semua,” pesan Wagub.
Steven Kandouw optimis dengan kolaborasi semua pihak terkait, upaya percepatan penurunan stunting akan efektif.
Tak lupa Wagub mengingatkan para kepala daerah baik walikota dan bupati, untuk memperhatikan kesejahteraan tim pendamping keluarga di wilayah masing-masing.
“Tolong honor tim pendamping kabupaten/kota itu supaya secepatnya dibayar,” pintanya.
“Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan kita harus punya tekad bahwa kalau perlu target prevelensi kita harus jauh dibawah rata-rata nasional. Dimana ada usaha di situ ada jalan,” tandas Wagub Steven.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dalam perannya sebagai Bunda Pendamping Keluarga keluarga Sulawesi Utara pun turut menyampaikan keseriusannya dalam pengentasan stunting dan atau gizi buruk ini.
“Jumlah kita cukup banyak, ada 2348 pendamping keluarga yang tersebar di Sulut, mari laksanakan fungsi pendampingan secara optimal.
Kita deteksi sedari dini faktor-faktor penyebab stunting untuk kemudian mengambil tindakan mencegahnya” ajak Bunda Rita.
Salah satu prioritas kegiatan yang termuat dalam rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting adalah pelaksanaan pendampingan keluarga berisiko stunting oleh tim pendamping keluarga dengan tugas dan fungsinya adalah melaksanakan pendampingan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, fasilitasi bantuan sosial, surveilans atau pengawasan serta pengamatan untuk mendeteksi dini faktor stunting.
Adapun yang menjadi sasaran prioritas pendampingan yaitu calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil atau ibu pascapersalinan dalam keluarga, dan yang memiliki anak usia di bawah dua tahun.
“TP-PKK Sulut mengoptimalkan peran bunda pendamping keluarga untuk membantu percepatan penurunan stunting di daerah ini,” ujar Bunda Rita.
Bunda pendamping keluarga di Sulut adalah seluruh ketua TP-PKK yang ada di kabupaten/kota sehingga diharapkan kehadiran bunda pendamping keluarga dapat membantu pemerintah dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Sebelumnya, selaku penyelenggara kegiatan, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut Ir Diano Tino Tandaju MErg menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas komitmen dukungan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Wagub Steven Kandouw, Ketua TP-PKK Provinsi selaku Bunda Pendamping Keluarga Sulut, Bupati dan Wali Kota se-Sulut, dan Ketua TP-PKK seluruh kabupaten/kota se-Sulut dalam upaya percepatan penurunan stunting di bumi nyiur melambai ini.
Pada kesempatan tersebut, Tandaju menyampaikan alokasi anggaran pemerintah untuk percepatan penurunan stunting di Sulut.
“Sulawesi Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp73 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) untuk membantu percepatan penurunan stunting di provinsi tersebut,” ungkap Kaper Tandaju.
“Kebijakan strategi dan alokasi penganggaran dana transfer DAK fisik dan BOKB menjadi sangat penting dalam mencapai target indikator program menurunkan angka stunting,” lanjutnya.
Di tahun ini akan disalurkan DAK fisik sebesar Rp18,42 miliar, serta dana BOKB senilai Rp54,76 miliar untuk kabupaten/kota di Sulut.
Pada pemaparannya, Tandaju berharap peran dan fungsi optimal TP-PKK di kabupaten/kota sebagai bunda pendamping keluarga yang terdiri dari kader-kader PKK maupun kader KB.
Tandaju melanjutkan, tim pendamping keluarga tersebut akan membantu peran melaksanakan pencegahan serta percepatan penurunan stunting khususnya pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.
“BKKBN Sulut pun optimis melalui peran tim pendamping keluarga tersebut akan mendorong percepatan target penurunan stunting tahun 2024 ini sebesar 14 persen,” pungkas Kaper Tandaju.

Pada rangkaian acara tersebut, Wagub Steven Kandouw yang juga selaku Ketua Umum Komisi Daerah Lansia Sulawesi Utara menyerahkan Piagam Penghargaan Keluarga Harmonis untuk Keluarga Dondokambey-Tamuntuan atas usia pernikahan yang ke 29 tahun. Piagam penghargaan ini diterima langsung oleh Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan.
Wagub juga menyerahkan Piagam Penghargaan kepada sejumlah kepala daerah di Sulut atas upaya percepatan penurunan di daerah masing-masing.
(Redaksi)



