KPU Sulut Siap Lakukan Pemutakhiran Data Pemilih, Perekrutan Pantarlih Dimulai 13 Juni 2024
MANADO, NorthSulawesiNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Pemilih dan Penggunaan Aplikasi E-Coklit untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Roger’s Manado, Selasa-Kamis (11-13/06/2024).
Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Sulut Kenly Poluan dan turut dihadiri anggota KPU Lanny Ointu, Salman Saelangi, Awaluddin Umbola, dan Meidy Tinangon, serta Plt Sekretaris KPU Sulut Meidy Malonda.
Bimtek kali ini, menghadirkan seluruh komisioner KPU, Sekretaris, dan Kasubbag Data serta operator E-Coklit dari 15 KPU kabupaten/kota se-Sulut.
Dalam arahannya Kenly Poluan menyampaikan terkait persiapan tahapan pemutakhiran data pemilih untuk Pilkada Serentak Tahun 2024, dilakukan sebaik-baiknya, sedetil-detilnya dan semantap-mantapnya.
“Supaya tidak ada masalah dalam proses pengelolaan tahapan, termasuk dalam rangka proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih),” ujar Poluan kepada peserta Bimtek yang hadir.
Kepada jajaran KPU di kabupaten/kota Poluan juga mengingatkan kembali untuk melihat permasalahan apa saja yang pernah terjadi saat pelaksanaan coklit untuk Pilkada 2020 dan di coklit pada 2023 pada tahapan pemilu kemarin.
“Apakah masalahnya terkait aktifitas di lapangan dari teman-teman Pantarlih. Apakah masalahnya pada proses rekapitulasi berjenjang yang mungkin dilakukan teman-teman PPS atau PPK, atau masalahnya pada pengelolaan sistem E-Coklit. Itu kan harus kita mantapkan. Agar kita bisa memanajemen SDM kita,” jelas Poluan.
Untuk jajaran Divisi SDM, Poluan menegaskan agar proses perekrutan Pantarlih carilah yang kerjanya bagus, tidak merekrut yang asal-asalan saja.
“Kalau kita sembarang merekrut, tidak terkoordinasi, tidak tau orang yang direkrut seperti apa, saat kita memeritahnya susah. Begitu juga kalau kita seandainya dapat informasi petugasnya malas jalan, tidak door to door, kita yang akan kesulitan. Ada juga saat kita instruksikan A, yang dijalankan B,” kata Poluan.
“Makanya saya ingatkan bangun koordinasi PPS dengan stakeholder desa atau kelurahan dan juga PPK di tingkat kecamatan,” jelas Poluan.
Dia menambahkan, ketika mampu mengidentifikasi, mengukur persentase tingkat kunjungan Pantarlih bertemu langsung dengan pemilih, masalah dapat diminimalisir sejak awal.
“Kita tidak menginginkan banyak PSU (pemungutan suara ulang), baik rekomandasi Bawaslu, maupun versi putusan MK,” katanya.
Terkait persiapan logistik pantarlih, Kenly Poluan meminta agar jajaran KPU kabupaten/kota untuk memperhatikan kualitas. Untuk pengadaan nama tau atau kartu identitas petugas Pantarlih, topi maupun rompi yang akan dipakai saat melakukan coklit.
“Spesifikasinya harus kualitas baik,” ujar Poluan.
Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi Lanny Ointu menjelaskan, proses perekrutan Pantarlih akan dimulai pada 13 Juni 2024 dimulai dengan tahapan pengumuman dan pendaftaran hingga 17 Juni 2024.
Ointu melanjutkan, di Sulut sendiri KPU akan dilakukan perekrutan sebanyak 7.568 anggota Pantarlih, untuk 4.390 TPS di Pilkada Serentak 2024. Anggota Pantarlih akan mulai melakukan coklit secara serentak pada 24 Juni nanti, menggunakan aplikasi E-Coklit maupun Coklit manual.
“Anggota Pantarlih akan bertugas datang dari rumah ke rumah selama satu bulan, namun kami akan maksimalkan dalam dua pekan awal, dan kemudian dilakukan evaluasi pada pekan selanjutnya. Ini untuk mengantisipasi apabila ada rumah atau keluarga yang belum sempat ditemui atau terlewati sebelumnya,” kata Ointu.
“Petugas Pantarlih nantinya akan mencocokkan KK dengan A-Daftar Pemilih yang sudah kami berikan,” pungkasnya.
Adapun jumlah KK yang akan dikunjungi Pantarlih se-Sulut adalah 906.685 keluarga.
(Paul)



