Pemprov SulutSulawesi Utara

Seleksi Sekprov Sulut Masuk Tahap Wawancara, Tiga Nama Terbaik Segera Diajukan

MANADO, NorthSulawesiNews.com – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus mempercepat proses pengisian jabatan Sekretaris Provinsi (Sekprov) definitif. Seleksi lanjutan digelar Rabu (11/02/2026) melalui skema manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diikuti sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkup Pemprov Sulut.

Kesembilan pejabat tersebut yakni Clay June Dondokambey (Kepala BKAD), Femmy Suluh (Kadis Dikda), Fransiscus Manumpil (Asisten III), Hermina Syaloom Korompis (Kadis PM-PTSP), Jemmy Kumendong (Inspektur Daerah), Rachel Rotinsulu (Kadis Pangan), Rainier Dondokambey (Kadis Kehutanan), Tahlis Gallang (Kadis Koperasi dan UKM), serta Tinneke Adam (Kadis PPPA).

Dalam seleksi tersebut, para peserta memaparkan makalah dan mengikuti wawancara di hadapan Komite Talenta yang terdiri dari lima penguji. Mereka adalah Dirjen Bina Bangda Kemendagri Restuary Daud, Rektor Unsrat Prof Berty Sompie, Rektor Unklab Danny Rantung, Rektor Unika De La Salle Manado Dr Gregorius Hertanto Dwi Wibowo, serta Deputi Administrasi Kantor Sekretariat Kabinet Dr Thanon Aria Dewangga yang mengikuti secara daring.

Sebelumnya, Gubernur Yulius menyatakan proses penetapan Sekprov definitif akan dilakukan secepatnya. Hal itu disampaikannya usai menyerahkan surat keputusan Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov kepada Asisten I Denny Mangala, Kamis (05/02/2026).

“Semuanya by process, dan kita menunggu mungkin satu dua minggu ke depan semua sudah selesai kembali ke normal,” ujar Gubernur di Wisma Gubernuran Manado.

Pelaksana Tugas Kepala BKD Sulut Olivia Theodore menjelaskan sembilan peserta seleksi berada pada kategori kotak 8 dan 9 dalam sistem 9 Box Talent Matrix manajemen talenta ASN, yang berarti memiliki performa dan potensi tinggi.

“Syaratnya berkinerja tinggi, kompetensi manajerial memadai, dan potensi kepemimpinan strategis,” kata Olivia.

Ia menambahkan, setiap kandidat wajib menyusun makalah dengan topik yang ditentukan Komite Talenta. Makalah tersebut dipresentasikan dan diuji melalui sesi wawancara selama 45 menit per peserta.

Materi yang dinilai meliputi penguasaan teknis terhadap program strategis kepala daerah, integritas kebangsaan, serta kemampuan mengeksekusi program agar berdampak langsung bagi masyarakat.

Penilaian dilakukan secara digital melalui aplikasi khusus. Setiap anggota Komite Talenta memiliki akun tersendiri dan hasilnya bersifat independen.

“Di aplikasi penilaian itu, setiap anggota Komite Talenta memiliki user dan password sendiri. Tidak saling mengetahui. Kami di sekretariat hanya menerima rekapitulasi total nilai,” jelas Olivia.

Sesuai mekanisme manajemen talenta, tiga kandidat dengan nilai tertinggi akan diajukan kepada Gubernur. Selanjutnya, Gubernur mengusulkan nama tersebut kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pertimbangan sebelum ditetapkan Presiden sebagai Sekprov definitif. (*/Paul)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button