Ekonomi dan Bisnis

Bulan Inklusi Keuangan 2025: OJK Perkuat Literasi dan Akses Keuangan di Sulut

MANADO, NorthSulawesiNews.com — Puncak perayaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Utara resmi digelar di Atrium Megamall Manado, Jumat (24/10/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga 25 Oktober ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGoMalut bekerja sama dengan Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulut.

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sekaligus meningkatkan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.

Dalam arah pembangunan nasional, pemerintah telah menetapkan inklusi keuangan sebagai salah satu indikator prioritas dalam memperkuat stabilitas ekonomi makro. Target inklusi keuangan nasional ditetapkan sebesar 91 persen pada tahun 2025, 93 persen pada 2029, dan mencapai 98 persen pada 2045, sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2025–2045.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51 persen, meningkat 5,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan sekitar 10 persen untuk mencapai target nasional tahun ini.

FinEXPO Sulut 2025 Tampilkan Sinergi OJK, BI, Industri Keuangan, dan pemerintah daerah. (Foto: Paul Bawole)

Sebagai upaya mempercepat pencapaian target tersebut, OJK setiap tahunnya menggelar Bulan Inklusi Keuangan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan membuka akses keuangan bagi masyarakat, khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), mengampanyekan budaya menabung, serta meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan formal.

Sejak September hingga Oktober 2025, berbagai kegiatan BIK telah dilaksanakan secara masif di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Berdasarkan laporan OJK, terdapat 90 kegiatan dengan total 8.598 peserta, menghasilkan 2.362 rekening tabungan baru, 196 rekening efek, dan 584 penyaluran kredit/pembiayaan baru dengan total nominal Rp74,72 juta.

Selama Januari hingga Oktober 2025, OJK SulutGoMalut bersama industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan telah melaksanakan 91 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 695 ribu peserta. Dari jumlah tersebut, 18 kegiatan secara khusus berfokus pada perluasan akses keuangan dengan melibatkan lebih dari 4.500 peserta dari berbagai segmen masyarakat.

Kepala OJK SulutGoMalut menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga jasa keuangan dan pihak yang berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan BIK 2025. “Kerja keras dan kolaborasi luar biasa ini tidak hanya membuka ribuan produk dan akses keuangan, tetapi juga memperkuat literasi keuangan masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, OJK SulutGoMalut menggelar Financial Expo (FinEXPO) Sulawesi Utara 2025 yang menghadirkan 25 booth pameran dari berbagai lembaga jasa keuangan — mulai dari perbankan, perusahaan pembiayaan, pasar modal, asuransi, pergadaian hingga Bank Indonesia.

FinEXPO menjadi ajang nyata sinergi antara OJK, BI, dan industri jasa keuangan di bawah koordinasi FKIJK Sulawesi Utara. Selain menampilkan produk dan layanan keuangan, FinEXPO juga berfungsi sebagai ruang interaksi, edukasi, dan kolaborasi dalam memperluas inklusi keuangan.

Melalui momentum ini, OJK mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial, serta mendorong pemerataan akses keuangan hingga ke pelosok daerah.

“OJK berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar program ini terus berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Kegiatan BIK 2025 diharapkan dapat mempercepat pencapaian target inklusi keuangan nasional dan mempererat kolaborasi antara OJK, Pemerintah Daerah, dan industri keuangan dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Di akhir acara, OJK menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, FKIJK Sulut, serta seluruh lembaga jasa keuangan yang berpartisipasi aktif dalam BIK 2025.

“Melalui kolaborasi nyata di FinEXPO ini, kita tegaskan kembali bahwa pemerataan akses keuangan adalah fondasi pertumbuhan ekonomi daerah dan menjadi tanggung jawab bersama,” tutupnya. (*/Paul)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button