Lapas Amurang Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Perketat Pengawasan Narkoba dan HP Ilegal
Libatkan TNI-Polri, pemeriksaan menyasar kamar hunian WBP hingga deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
AMURANG, NorthSulawesiNews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang memperketat pengawasan terhadap peredaran narkotika dan penggunaan telepon seluler secara ilegal. Langkah tersebut dilakukan melalui razia gabungan dan tes urine yang menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta pegawai, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kalapas Kelas III Amurang, Eduard, bersama jajaran pegawai dan regu pengamanan. Razia turut melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di sejumlah kamar dan blok hunian WBP. Petugas menyisir barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, termasuk telepon seluler, perangkat komunikasi, serta berbagai barang yang dilarang berada di dalam Lapas.
Tak hanya melakukan razia, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap WBP dan pegawai. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini sekaligus upaya memastikan lingkungan Lapas tetap terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara tertib dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk mencegah masuk dan beredarnya narkotika maupun penggunaan alat komunikasi secara ilegal di dalam Lapas.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta bagian dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pemberantasan narkoba dan penertiban penggunaan handphone di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Kelas III Amurang, Eduard, menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperkuat melalui kegiatan preventif maupun deteksi dini.
“Kami akan terus menjaga keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas III Amurang. Razia dan tes urine ini merupakan langkah pencegahan dan deteksi dini, serta bentuk komitmen kami untuk menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkotika maupun penggunaan handphone ilegal,” tegas Eduard.
Menurutnya, penguatan pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab internal Lapas, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.
Melalui razia gabungan dan tes urine tersebut, Lapas Kelas III Amurang kembali menegaskan komitmennya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, profesional, dan berintegritas.
Sinergi lintas sektor diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, sekaligus menutup ruang bagi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas. (*/Paul)



