Ekonomi dan BisnisPariwisataSulawesi Utara

Jeju Air Mendarat Perdana di Bandara Sam Ratulangi, Bukti Keseriusan ODSK Majukan Pariwisata Sulut

MANADO – Upaya Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (ODSK) untuk memajukan perekonomian di Bumi Nyiur Melambai terus menuai hasil positif.

Terbaru, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menyambut kedatangan penerbangan perdana maskapai penerbangan Jeju Air dari Korea Selatan.

Maskapai Jeju Air saat landing pertama kalinya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado disambut water salute.

Menggunakan pesawat Boeing 737 800 Next Generation dengan nomor penerbangan 7C2771, maskapai Jeju Air yang berangkat dari Bandara Incheon Seoul Internasional Airport, Kamis (18/05/2023) malam, landing dan disambut water salute di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Jumat (19/05/2023) pukul 00.30 Wita.

Penerbangan yang memakan waktu hampir 5 (lima) jam ini, mengangkut 169 penumpang. Hal ini tentu saja akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara serta menggerakkan ekonomi Sulut pasca Pandemi Covid19.

GM Angkasa Pura I Manado Minggus Gandeguai menyambut penumpang pesawat Jeju Air di terminal kedatangan Internasional Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Saya berharap bahwa pihak Maskapai Jeju Air kedepannya untuk penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi, bukan lagi hanya charter flight tapi menjadi penerbangan schedule flight karena Bandara Sam Ratulangi dalam hal ini sudah siap dengan kapasitas terminal 6 juta penumpang dan operasional hour 24 jam serta memiliki 22 parking stand” ujar Minggus Gandeguai selaku GM PT Angkasa Pura I Manado.

Penerbangan dari Seoul ke Manado ini merupakan hasil kesepakatan bersama melalui Nota Kesepahaman antara Jeju Air dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara 16 September 2022 lalu, yang ditandatangani Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan CEO Jeju Air Mr Baek Kim, di Korea Selatan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey (paling kiri) bersama CEO Jeju Air Mr Baek Kim (paling kanan) usai penandatanganan MoU disaksikan Duta Besar Ri untuk Korsel Gandi Sulistiyanto dan Megawati Soekarnoputri 16 September 2022 lalu.

Pada saat itu Gubernur Olly menyampaikan kerjasama ini menumbuhkan sektor pariwisata Sulut.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis penyumbang devisa negara. Masyarakat Korea bukan masyarakat yang asing untuk provinsi Sulawesi Utara karena sebelum pandemi wisatawan Korsel merupakan salah satu wisatawan yang terbanyak berkunjung ke Sulut,” ujar Gubernur Olly usai penandatanganan MoU yang disaksikan Kepala Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional RI Megawati Soekarnoputri dan Dubes Indonesia untuk Korsel Gandi Sulistiyanto.

Gubernur Olly juga menambahkan jarak yang cukup dekat yaitu sekitar 5 jam durasi terbang antara Jeju ke Manado diharapkan dapat semakin meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Sulut. “Di samping itu disampaikan juga kesamaan budaya dan kuliner yang cukup kental antara masyarakat Sulut dan Korsel seperti kuliner yang terasa pedas dan asam,” pungkas Gubernur Olly.

CEO Jeju Air, Mr Baek Kim, dalam sambutannya setelah penandatanganan MoU kala itu menekankan bahwa wisata alam Indonesia, khususnya Provinsi Sulawesi Utara sangat dikenal oleh masyarakat Korsel. “Sejauh ini, hanya terdapat 23 kali penerbangan oleh maskapai Korsel ke Indonesia. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman, Jeju Air akan mengupayakan pembukaan rute ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bali, Lombok, Yogyakarta dan Jakarta,” pungkasnya.

(JB)

 

 

 

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button