HUT RI ke-79, Wagub Steven Kandouw Serahkan Remisi untuk 1.912 Narapidana
MANADO, NorthSulawesiNews.com (17/08/2024) – Sebanyak 1.912 narapidana dan anak binaan mendapatkan remisi umum tahun 2024 pada Lapas Rutan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara (Sulut) saat peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia, Sabtu (17/08/2024).
Remisi bebas yang diterima warga binaan berdasarkan lampiran keputusan Menkumham RI Nomor PAS-1616.PK.05.04 Tahun 2024.
Penyerahan remisi umum bagi narapidana dan pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan dilakukan secara seremonial di Lapas Kelas II Manado.
Adapun, Remisi Umum Pertama (pengurangan masa tahanan) berjumlah 1.893 orang dengan rincian sebagai berikut: Di Lapas Kelas IIB Manado ada sebanyak 421 orang, di Lapas Kelas IIB Tondano sebanyak 371 orang, Lapas Kelas IIB Bitung ada 233 orang, sementara Lapas Kelas IIB Ulu Siau 55 orang, Lapas Kelas IIB Tahuna 94 orang, Lapas Kelas IIB Tomohon 60 orang, Lapas Perempuan Kelas IIB 51 orang, Lapas Kelas III Amurang 171 orang, Lapas Kelas III Tagulandang 44 orang, Lapas Kelas III Enemawira 15 orang, Lapas Kelas III Tamako 12 orang, Lapas Kelas III Lirung 51 orang, Rutan Kelas II Manado 151 orang, dan Rutan Kelas IIB Kotamobagu 200 orang.

Selain penyerahan remisi pemotonganmasa tahanan, ada juga yang menerima Remisi Umum Kedua (bebas bersyarat) yang berjumlah 19 orang. Berikuy rinciannya, di Lapas Kelas IIA Manado 1 orang, Lapas Kelas IIB Tondano 6 orang, Lapas Kelas IIB Bitung 1 orang, Lapas Kelas II Tomohon 3 orang, Lapas Kelas III Amurang 3 orang, Lapas Kelas III Enemawira 1 orang, dan di Rutan Kelas IIA Manado 4 orang.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat membaca sambutan Menkumham RI Yasonna Laoly menyampaikan dalam memaknai HUT kemerdekaan ke-79 RI marilah kita mengisi dengan semangat mengabdi kepada bangsa dan negara.
Yaitu dengan terus bekerja sesuai dengan tugas dan pengabdian masing-masing untuk kehidupan dan pelayanan masyarakat Sulut yang lebih baik lagi.
Menurutnya, di HUT ke-79 RI masyarakat senantiasa memperhatikan akar budaya dan identitas. Peringatan hari kemerdekaan menjadi cermin keteladanan dan keteguhan untuk mencapai harapan Indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang adil dan sejahtera sesuai cita-cita perjuangan.

Kandouw mengatakan pemberian ini bukan semata-sama diberikan secara sukarela oleh pemerintah, namun apresiasi karena bersungguh melaksanakan program warga binaan saat berada di Lapas.
“Saya juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja pemasyarakatan baik tingkat pusat dan daerah yang selalu melakukan kinerja dengan baik,” katanya.
Disamping itu, Kandouw mengimbau untuk tidak terlibat praktik narkoba dan pungutan liar di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Agar tidak mencederai demokrasi selama ini. Selalu melakukan interaksi dan komunikasi yang baik kepada warga binaan dengan berlandaskan pancasila,” imbaunya.
Diakhir sambutan, Kandouw meminta kepada para warga binaan yang bebas untuk senantiasa mematuhi peraturan di lingkup sosial masyarakat, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Khususnya langsung bebas saat ini saya mengucapkan selamat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, dan menjadi insan yang berbudi luhur,” pintanya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut Ronald Lumbuun menjelaskan terkait imbauan praktik narkoba dan pungutan liar, pihaknya secara rutin melakukan penggeledahan.

“Kami melakukan penggeledahan secara rutin. Melaksanakan hal-hal demikian karena sudah komitmen menciptakan lapas yang bebas dari praktik narkoba dan pungutan liar,” jelasnya.
Lumbuun pun menegaskan, jika kemudian petugas lapas kedapatan melakukan praktik narkoba dan pungutan liar, dia tidak segan-segan memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Tentunya akan ada proses secara tegas dan terukur,” tegasnya.
(Advertorial DKIPS Sulut)



