Peristiwa

HUT ke-403 Kota Manado Dibayangi Ancaman Banjir Rob, BMKG Keluarkan Peringatan untuk Wilayah Pesisir Sulut

Fenomena Super New Moon pada 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan pasang air laut dan memicu banjir pesisir di sejumlah daerah, termasuk Kota Manado.

MANADO, NorthSulawesiNews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-403 Kota Manado pada 14 Juli 2026 berpotensi diwarnai ancaman banjir pesisir atau rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena Super New Moon (Bulan Baru Super) yang diperkirakan memicu kenaikan muka air laut maksimum di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Fenomena tersebut terjadi saat fase Bulan Baru bertepatan dengan posisi Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi (Perigee) pada 14 Juli 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi pasang air laut sehingga dapat menyebabkan banjir rob di kawasan pesisir yang rentan.

Ketua Tim Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, menyampaikan informasi tersebut kepada media ini pada Minggu (12/7/2026). Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan muka air laut serta prediksi pasang surut, terdapat potensi banjir rob di 18 wilayah pesisir Indonesia, termasuk sejumlah daerah di Sulawesi Utara.

Untuk wilayah Sulawesi Utara, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di Kepulauan Sangihe pada 13–18 Juli 2026. Sementara itu, Bolaang Mongondow Utara diprakirakan mengalami potensi rob pada 14–18 Juli 2026.

Adapun wilayah Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan, Manado Tua, Kota Manado, Kepulauan Sitaro, Bitung dan Kema, Minahasa Utara, serta Kepulauan Talaud diperkirakan berpotensi mengalami banjir pesisir pada 14–17 Juli 2026. Sedangkan Minahasa Tenggara diprakirakan terdampak pada 14–16 Juli 2026.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir, pelabuhan, permukiman pantai, maupun pelaku usaha perikanan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya genangan air laut selama periode tersebut.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca maritim dan peringatan dini yang diterbitkan BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas di wilayah pesisir serta meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat banjir rob.

Apa itu Super New Moon?

Super New Moon adalah fenomena astronomi ketika fase Bulan Baru (New Moon) terjadi bersamaan atau sangat dekat dengan saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi, yang disebut perigee.

Berbeda dengan Supermoon yang tampak sebagai bulan purnama besar dan terang, Super New Moon tidak dapat dilihat dari Bumi karena sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapat cahaya Matahari.

Fenomena ini tetap memiliki pengaruh terhadap Bumi karena gaya gravitasi Bulan menjadi sedikit lebih kuat saat berada di perigee. Jika bertepatan dengan Bulan Baru, gravitasi Bulan dan Matahari saling memperkuat sehingga menghasilkan pasang purnama (spring tide), yaitu pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya dan surut yang lebih rendah.

Dalam konteks 14 Juli 2026, BMKG mengingatkan bahwa fenomena Super New Moon berpotensi menyebabkan pasang laut lebih tinggi sehingga meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, termasuk beberapa daerah di Sulawesi Utara seperti Manado, Bitung, Minahasa Utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan wilayah pesisir lainnya.

Singkatnya, Super New Moon bukanlah bencana, melainkan fenomena alam yang dapat meningkatkan risiko banjir rob apabila bertepatan dengan kondisi pasang laut dan faktor cuaca lainnya, seperti angin kencang atau gelombang tinggi. (*/Paul)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button