OJK SulutGo Ungkap Capaian Pengawasan dan Literasi Keuangan dalam Media Gathering

MINAHASA, NorthSulawesiNews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) terus memperkuat fungsi pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct) sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sepanjang tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK SulutGo, Budiman P. Siahaan, dalam kegiatan Media Gathering OJK SulutGo di Manado, Rabu (5/11/2025).
Pengawasan Market Conduct Diperkuat
Sepanjang periode hingga 30 November 2025, OJK SulutGo telah melakukan pemantauan terhadap 76 iklan jasa keuangan melalui Sistem Pemantauan Perilaku (SIPErLU). Dari jumlah tersebut, 66 iklan dinyatakan tidak melanggar ketentuan, sementara 10 iklan ditemukan melanggar dan telah diberikan surat pembinaan.
Di sisi layanan pengaduan, tercatat 829 pengaduan masyarakat, dengan 717 pengaduan telah diselesaikan dan 111 pengaduan masih dalam proses penanganan.
Pengaduan terbanyak berkaitan dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 241 laporan, dengan permasalahan dominan berupa kesalahan pelaporan oleh pelaku usaha jasa keuangan dan kasus debitur yang merasa tidak melakukan pinjaman.
Layanan SLIK Meningkat Signifikan
Permintaan layanan SLIK melalui idebku.ojk.go.id hingga akhir November 2025 tercatat sebanyak 9.748 layanan, meningkat 132,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebanyak 7.355 layanan. Jumlah tersebut terdiri atas 5.647 layanan walk-in dan 5.101 layanan online.
Literasi dan Inklusi Keuangan Capai Ratusan Ribu Masyarakat
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara tingkat inklusi keuangan sebesar 80,51 persen.
Untuk wilayah SulutGo, OJK melaksanakan 102 kegiatan literasi keuangan dengan jumlah peserta mencapai 699.433 orang, serta 41 kegiatan inklusi keuangan yang menjangkau 12.988 masyarakat.
Program edukasi difokuskan pada kelompok prioritas, antara lain pelajar dan mahasiswa, perempuan/IRT, UMKM, penyandang disabilitas, masyarakat wilayah 3T, petani, nelayan, hingga pekerja migran.
Kampanye Nasional dan Digitalisasi Edukasi
OJK SulutGo juga mengintegrasikan program daerah dengan kampanye nasional, seperti:
- Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN)
- Global Money Week
- Bulan Literasi Keuangan
- World Investor Week
- Hari Indonesia Menabung
Selain metode tatap muka, OJK SulutGo memanfaatkan kanal digital. Sepanjang Januari–November 2025, akun Instagram @ojk_manado memproduksi 753 konten edukasi dengan jumlah penayangan lebih dari 245.192 viewers.
Edukasi melalui radio juga menjangkau 681.316 pendengar, serta pemanfaatan Learning Management System Keuangan OJK (LMSKU) yang mencatat 337 akun baru aktif sepanjang 2025.
Fokus Program 2026: Akselerasi Literasi dan Inklusi
Memasuki tahun 2026, OJK menetapkan tema besar:
“Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang Masif dan Merata untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkelanjutan.”
Program akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni:
1. Literasi Keuangan
2. Inklusi Keuangan
3. Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
Dengan sasaran prioritas meliputi perempuan, pelajar, penyandang disabilitas, UMKM, masyarakat 3T, serta petani dan nelayan di seluruh wilayah Indonesia.
Sinergi dengan Pemda dan Industri Jasa Keuangan
OJK SulutGo juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, TPAKD, lembaga pendidikan, serta pelaku industri jasa keuangan guna memperluas akses layanan keuangan yang aman dan terjangkau.
Budiman menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK dalam melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan.
“Penguatan pengawasan dan edukasi keuangan menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang cerdas dan terlindungi secara finansial,” ujar Budiman. (Paul)



