Pemprov Sulut

Disnakertrans Sulut Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Otomatisasi, Fokus Upskilling dan Reskilling

Ngopi Bareng JIPS mengupas strategi Disnakertrans Sulut dalam menyiapkan tenaga kerja adaptif melalui pelatihan, digitalisasi, dan penguatan sektor formal.

MANADO, NorthSulawesiNews.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif menghadapi era otomatisasi dan transformasi industri. Perkembangan teknologi dinilai bukan sekadar tantangan, tetapi juga membuka peluang lahirnya lapangan kerja baru yang berbasis digital dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Suasana Ngopi bareng JIPS yang berlangsung di Kantin PKK Kantor Gubernur Sulut. (Foto: Paul Bawole)

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Noldy Z. Salindeho, M.Si., dalam Forum Diskusi Dialektika “Ngopi Bareng JIPS” yang digelar di Kantin PKK, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7/2026).

Menurut Salindeho, pemerintah terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pelatihan ulang) agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Disnaker bertindak lebih proaktif dalam menyediakan program pelatihan bagi calon tenaga kerja. Kami juga mempermudah akses bagi generasi muda atau fresh graduate melalui sistem informasi ketenagakerjaan terpadu sehingga mereka dapat mengetahui kebutuhan tenaga kerja secara riil,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas SDM, Pemprov Sulut juga mendorong pemanfaatan teknologi cerdas serta pengembangan sektor kewirausahaan sebagai langkah memperluas kesempatan kerja.

Di sisi lain, pemerintah berupaya mengubah struktur ketenagakerjaan di Sulawesi Utara. Saat ini, sekitar 54 persen tenaga kerja masih berada di sektor informal, sedangkan sektor formal mencapai 46 persen.

Melalui visi “Satu Komando”, pemerintah daerah berupaya memperkuat pertumbuhan sektor formal tanpa mengabaikan sektor informal yang selama ini menjadi penopang perekonomian daerah.

Forum “Ngopi Bareng JIPS” menjadi ruang dialog antara pemerintah dan insan pers dalam membahas berbagai isu strategis pembangunan. Selain memperkuat sinergi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas penyebarluasan informasi mengenai program-program prioritas Pemprov Sulut kepada masyarakat.

Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) juga terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui diskusi rutin bersama organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga informasi pembangunan dapat tersampaikan secara terbuka, akurat, dan mudah dipahami publik.(Paul)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News Northsulawesinews.com

BERITA TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button