Gubernur Yulius Selvanus Sukses Hidupkan Kembali Museum Daerah Sulut
Setelah 40 Tahun Terabaikan, Museum Sulawesi Utara Kini Hadir Modern dan Siap Diresmikan Mei 2026.

MANADO, NorthSulawesiNews.com — Setelah lebih dari empat dekade nyaris tanpa pembaruan berarti, Museum Daerah Sulawesi Utara akhirnya memasuki fase baru yang lebih modern dan representatif.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bangunan museum tersebut kini tampil dengan wajah berbeda. Revitalisasi ini menjadi hasil dari kebijakan strategis pemerintah provinsi, termasuk upaya intensif dalam memperjuangkan alokasi anggaran.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Sulut yang kini menjabat Kepala Balitbangda, Jani Lukas, mengungkapkan bahwa kondisi museum sebelumnya tergolong memprihatinkan. Bahkan, hasil evaluasi Direktorat Jenderal Kebudayaan sempat merekomendasikan rehabilitasi total hingga opsi relokasi.
“Selama kurang lebih 40 tahun tidak pernah direnovasi. Teguran dari pemerintah pusat juga sudah beberapa kali diberikan. Namun di masa kepemimpinan Gubernur Mayjen (Purn) Yulius Selvanus, perhatian serius langsung diwujudkan melalui kebijakan penganggaran yang memadai untuk renovasi total,” ujar Jani, Senin (27/4/2026).
Proyek revitalisasi dengan nilai lebih dari Rp14 miliar tersebut telah rampung pada Desember 2025. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu momentum peluncuran resmi.
“Ini menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. Museum yang sebelumnya terkesan terbengkalai kini hadir dengan tampilan baru dan fungsi yang jauh lebih optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, Yorry Lesawengan, menyampaikan bahwa pihaknya tengah memaksimalkan persiapan menjelang peresmian.
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah penataan kembali koleksi museum yang sempat dipindahkan selama proses renovasi berlangsung. Tahapan tersebut meliputi konservasi, klasifikasi tematik, hingga penyusunan narasi dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris.
“Secara fisik bangunan sudah selesai. Kini kami menitikberatkan pada pengelolaan koleksi dan penyusunan narasi agar museum ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang kuat. Targetnya akhir April seluruh proses ini rampung,” jelas Yorry.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga telah mengirimkan undangan kepada Menteri Kebudayaan untuk menghadiri peresmian yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
Meski sempat dihadapkan pada tantangan, termasuk gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi bangunan museum dipastikan tetap aman. Hasil inspeksi menunjukkan tidak ada kerusakan struktural, hanya perbaikan ringan seperti pengecatan yang dilakukan dalam masa pemeliharaan.
Revitalisasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat sektor kebudayaan. Lebih dari sekadar pembaruan fisik, Museum Daerah Sulawesi Utara diharapkan bertransformasi menjadi pusat edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di daerah. (*/Paul)



