Cuaca Ekstrim dan Musim Panen Cengkeh jadi Kendala Pantarlih di Sitaro untuk Coklit Pilkada 2024
SITARO, NorthSulawesiNews.com – Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilkada Serentak Tahun 2024 telah dimulai sejak Senin, 24 Juni 2024, dan akan berakhir pada 24 Juli 2024.
Di Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, dan Biaro (Sitaro) anggota Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) atau Pantarlih mengaku alami sedikit kendala menemui calon pemilih untuk dilakukan Coklit. Hal ini dikarenakan Kabupaten Kepulauan Sitaro sedang masa panen cengkeh.
Hal ini disampaikan Chelsea Hengkingbala, Pantarlih TPS 001 di Desa Balirangeng, Kecamatan Siau Timur Selatan (Sitimsel).

“Sejauh ini tidak ada kesulitan berarti dalam melakukan Coklit, cuma ada sedikit kendala seperti harus menunggu warga yang datanya akan di-Coklit karena sedang musim panen cengkeh. Biasanya petani bisa 3 hingga 4 hari tinggal di kebun untuk panen, kemudian kembali ke rumah untuk menjemur hasil panennya,” ujarnya.
Meskipun demikian, proses Coklit tetap jalan dengan menemui calon pemilih lainnya.
“Karena tidak bisa ditemui, kami lewati dulu untuk Coklit di rumah berikutnya,” pungkasnya.
Kendala yang sama juga terjadi di beberapa wilayah Sitaro, khususnya di kampung-kampung dengan yang masyarakatnya mayoritas bekerja pemetik cengkeh.
Kendala lainnya yang ditemui adalah cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari ini melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro.

“Sempat terhambat karena kemarin (Rabu, 26/06/2024) hujan deras disertai angin kencang,” ujar Intan Kansil, Pantarlih TPS 001 Desa Bandil, Kecamatan Sitimsel.
Sementara itu, Anggota KPU Sitaro Frismar Siramba menjelaskan tentang Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan daerah rawan bencana.
“Di Pulau Siau ada banyak titik-titik rawan longsor khususnya di wilayah pegunungan. Begitu juga dengan ancaman lahar dingin dari gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi bila hujan deras berlangsung cukup lama. Akses jalan sering putus,” ungkap Siramba.
“Jadi memang agak sedikit terkendala. Hingga hari keempat teman-teman Pantarlih kami rata-rata melakukan Coklit masih sekitar 10 persen dari jumlah daftar pemilih yang kami serahkan,” ujarnya.
Meskipun demikian, Frismar Siramba yang juga Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi mengaku optimis proses Coklit data pemilih di Sitaro bisa tuntas sesuai target.

“Kami akan push terus, ke teman-teman Pantarlih melalui jajaran PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara) di tingkat kelurahan/desa,” ujarnya.
“Kami harap sejumlah TPS yang berada di pulau-pulau kecil, yang daftar pemilihnya 100-an bahkan ada yang dibawah 100 orang, agar bisa tuntas lebih cepat,” pungkasnya.
Di Kabupaten Kepulauan Sitaro terdapat 210 Pantarlih untuk 139 TPS yang tersebar di 93 kelurahan/desa. Adapun jumlah kepala keluarga yang akan di-Coklit sebanyak 26.014 KK, sementara DPT terakhir berjumlah 55.770 pemilih.
(Paul)


