Paparkan Visi Misi Yulius Selvanus-Victor Mailangkay dalam Event World Coconut Day 2026, Kepala Bappeda Kupas Strategi Penguatan Ekosistem Kelapa Sulawesi Utara

MANADO, NorthSulawesiNews.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat pengembangan sektor kelapa melalui peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, hilirisasi industri, dan perluasan peluang investasi. Strategi ini menjadi bagian dari upaya mendorong kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut dipaparkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Utara, Dr Elvira Katuuk ST ME, saat menjadi narasumber dalam kegiatan World Coconut Day 2026.
Dalam kesempatan itu, Elvira menguraikan arah kebijakan yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, khususnya dalam memperkuat ekosistem kelapa dari sektor hulu hingga hilir.
Pengembangan kelapa tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi bahan baku, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah melalui pengolahan industri. Strategi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Perkuat Perkebunan Rakyat dan Industri Hilir
Menurut Elvira, penguatan ekosistem kelapa membutuhkan pendekatan terpadu yang mencakup peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas perkebunan, serta penguatan kapasitas dan kelembagaan petani.
Di sisi industri, pengembangan diarahkan pada pemanfaatan kelapa secara optimal melalui konsep pengolahan terpadu tanpa limbah. Dengan pendekatan tersebut, berbagai bagian kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga peluang usaha tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.
Sejumlah produk turunan yang berpotensi dikembangkan antara lain minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO), santan, tepung kelapa, minyak kelapa, arang aktif, briket tempurung, cocopeat, dan cocofiber.
Diversifikasi produk tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing industri kelapa Sulawesi Utara sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Melalui hilirisasi, komoditas kelapa diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah. Tidak hanya bagi pelaku industri, pengembangan ini juga diharapkan menciptakan rantai nilai yang lebih menguntungkan bagi petani sebagai pemasok utama bahan baku.
Investor Soroti Bahan Baku dan Infrastruktur
Paparan strategi pengembangan kelapa tersebut mendapat respons positif dari kalangan investor. Dialog yang berlangsung membahas sejumlah aspek penting dalam merealisasikan investasi, mulai dari potensi dan ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi, hingga dukungan infrastruktur.
Ketersediaan jalan, pasokan listrik, air, fasilitas pelabuhan, serta efisiensi logistik menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut. Faktor-faktor ini dinilai penting untuk mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi serta menjaga keberlanjutan operasional industri.
Menanggapi berbagai masukan itu, pemerintah daerah menyampaikan komitmennya untuk memperbarui data potensi kelapa, memperkuat sentra produksi, dan meningkatkan kelembagaan petani.
Pemerintah juga akan mendorong fasilitasi perizinan serta penguatan standar mutu dan sertifikasi produk. Aspek pengemasan, pengembangan merek, dan pemasaran digital turut menjadi perhatian untuk meningkatkan daya saing produk kelapa Sulawesi Utara.
Dorong Investasi yang Berdampak bagi Petani
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan memfasilitasi pertemuan teknis dan memperkuat komunikasi antara investor, petani, koperasi, serta pelaku usaha.
Langkah ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi produksi perkebunan rakyat, sekaligus menciptakan kepastian pasokan bahan baku bagi investor.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya kemitraan usaha yang sehat, memberikan harga yang adil bagi petani, dan memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, petani, dan dunia usaha, Sulawesi Utara berupaya membangun industri kelapa yang lebih produktif, kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Momentum World Coconut Day 2026 pun menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan potensi komoditas kelapa Sulawesi Utara sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)



